Langsung ke konten utama

PROTAP PENANGANAN GIGITAN HEWAN RABIES



1)    Penanganan luka gigitan hewan penular rabies :
o  Cuci luka gigitan hewan tersangka rabies dengan air (sebaiknya air yang mengalir), dengan sabun atau detergent selama 10 – 15 menit.
o  Beri antiseptik (alkohol 70 %, betadine, obat merah dan lain-lain).
o  Luka gigitan tidak dibenarkan untuk dijahit, kecuali jahitan situasi.

2)   Dosis dan cara pemberian vaksin anti rabies :
o  Vaksin PVRV ( Purufied Vero Rabies Vaccine) terdiri dari vaksin kering dalam vial dan pelarut sebanyak 0,5 ml dalam syringe.
§  Dosis dan cara pemberiannya sesudah digigit adalah ; Cara pemberiannya adalah disuntikkan secara intra muskular (im) didaerah deltoideus / lengan atas kanan dan kiri. Dosis untuk anak dan dewasa sama yaitu 0,5 ml dengan 4 kali pemberian yaitu hari ke 0 (dua kali pemberian sekaligus), hari ke 7 satu kali pemberian dan hari ke 21 satu kali pemberian.
§  Dosis dan cara pemberian VAR bersamaan dengan SAR sesudah digigit ; cara pemberiannya sama diatas. Dosis untuk anak dan dewasa sama yaitu Dasar 0,5 ml dengan 4 kali pemberian yaitu hari ke 0 (dua kali pemberian sekaligus), hari ke 7 satu kali pemberian dan hari ke 21 satu kali pemberian. Ulangan 0,5 ml sama pada anak dan dewasa pada hari ke 90.

o  Suckling Mice Brain Vaccine (SMBV) mempunyai kemasan yang terdiri dari dos berisi 7 vial @ 1 dosis dan 7 ampul pelarut @ 2 ml dan Dos berisi 5 ampul @ 1 dosis intra kutan dan 5 ampul pelarut @ 0,4 ml.
§  Dosis dan cara pemberian susudah digigit adalah ; cara pemberian untuk vaksinasi dasar disuntikkan secara subcutan (sc) disekitar pusar. Sedangkan untuk vaksinasi ulang disuntikkan secara intracutan (ic) dibagian fleksor lengan bawah. Dosis untuk vaksinasi dasar pada anak adalah 1 ml, dewasa 2 ml diberikan 7 kali pemberian setiap hari, untuk ulangan dosis pada anak 0,1 ml dan dewasa 0,25 ml diberikan pada hari ke 11, 15, 30 dan hari ke 90
§  Dosis dan cara pemberian bersamaan dengan SAR sesudah digigit ; cara pemberian sama dengan diatas. Dosis dasar untuk anak 1 ml, dewasa 2 ml, diberikan 7 kali pemberian setiap hari, untuk ulangan dosis pada anak 0,1 ml dan dewasa 0,25 ml diberikan pada hari ke 11, 15, 25, 35 dan hari ke 90.

3)   Dosis dan cara pemberian Serum Anti Rabies ( SAR ).
o  Serum heterolog ( Kuda ), mempunyai kemasan bentuk vial 20 ml ( 1ml=100 IU). Cara pemberian ; disuntikkan secara infiltrasi disekitar luka sebanyak mungkin, sisanya disuntikkan intra muscular. Dosis 40 Iu/KgBB diberikan bersamaan dengan pemberian VAR hari ke 0, dengan melakukan skin test terlebih dahulu.
o  Serum homolog, mempunyai kemasan bentuk vial 2 ml ( 1 ml= 150 IU). Cara pemberian ; disuntikkan secara infiltrasi disekitar luka sebanyak mungkin, sisanya disuntikkan intra muscular. Dosis 20 Iu/kgBB diberikan bersamaan dengan pemberian VAR hari ke 0, dengan sebelumnya dilakukan skin test.

4)  Dosis dan cara pemberian VAR untuk pengebalan sebelum digigit (Pre Exposure Immunization).
o  Vaksin PVRV ( Purufied Vero Rabies Vaccine) terdiri dari vaksin kering dalam vial dan pelarut sebanyak 0,5 ml dalam syringe. Cara pemberian Pertama ; disuntikkan secara intra muskular (im) didaerah deltoideus. Dosisnya ; dasar digunakan dua dosis masing-masing 0,5 ml pemberian pada hari 0, kemudian hari ke 28 dengan dosis 0,5 ml. Diberikan ulangan  pada 1 tahun seteleh pemberian I dengan dosis 0,5 ml dan ulangan selanjutnya 0,5 ml tiap tiga tahun. Cara pemberian Kedua ; disuntikkan secara intra kutan (dibagian fleksor lengan bawah) dengan dosis dasar, 0,1 ml pemberian hari ke 0, kemudian hari 7 dan hari ke 28 dengan dosis 0,1 ml. Ulangan diberikan tiap 6 bulan – satu tahun dengan dosis 0,1 ml.
o  Vaksin SMBV ( Suckling Mice Brain Vaccine ), terdiri dari dus yang berisi 7 vial @ 1 dosis dan 7 ampul pelarut @ 2 ml, dus berisi 5 ampul @ 1 dosis intrakutan dan 5 ampula pelarut @ 0,4 ml. Cara pemberian ; disuntikkan secara intrakutan (ic) di bagian fleksor lengan bawah.  Dosis dasar 0,1 ml untuk anak dan 0,25 nl untuk dewasa, pemberian hari 0, hari 21 dan hari 42. Untuk ulangan dosis 0,1 ml untuk anak dan 0,25 untuk dewasa setiap 1 tahun

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemeriksaan Kramer pada Ikterik Neonatus

PENGERTIAN Pemeriksaan Kramer adalah suatu pemeriksaan (tindakan atau cara) dalam menilai / menentukan derajat ikterus yang merupakan risiko terjadinya kern-ikterus. Ikterus, yaitu perubahan warna kuning pada kulit, membrane mukosa, sclera dan organ lain yang disebabkan oleh peningkatan kadar bilirubin di dalam darah. Kern-ikterus(ensefalopati bilirubin) adalah suatu kerusakan otak akibat perlengketan bilirubin indirek pada otak. TUJUAN Pemeriksaan Kramer dilakukan untuk menilai kadar bilirubin didalam darah dan menentukan derajat ikterus pada bayi baru lahir. MANFAAT Pemeriksaan Kramer dilakukan untuk: Menghilangkan/mengatasi penyebab. Mencegah peningkatan kadar bilirubin lebih lanjut Menentukan asuhan kebidanan yang akan diberikan pada bayi dengan ikterus Merumuskan diagnosa kebidanan dan menentukan prioritas pada masalah bayi dengan Ikterus neonatorum Melaksanakan dan mengantisipasi masalah potensial / diagnosa lain pada bayi dengan Ikterus neonatorum Mengambil...

RESUME BUKU FILSAFAT ILMU

Ini merupakan Tugas dari Dosen Ilmu Politik, di ambil dari buku ILMU FILSAFAT yang di tulis oleh : Drs. Rizal Mustansyir, M. Hum. dan Drs. Misnal Munir, M. Hum. BAB I PENGENALAN ILMU FILSAFAT A.    Pengertian Filsafat Filsafat kecendrungan kebijaksanaan manusia yang mempelajari sikap, kepercayaan, pemikiran, analisa logis serta problema kehidupan manusia yang berdasarkan kemanusiaan, sains, pengalaman yang menghasilkan pandangan yang konsisten untuk hidupnya di dunia dan akhirat. B.    Ciri-Ciri Berfikir Kefilsafatan Beberapa ciri berfikir kefilsafatan yaitu radikal, universal, konseptual, koherendan konsisten, sistematik, komprehensif, bebas, dan bertanggung jawab. Dari ciri filsafat ini menggambarkan bahwa berfikir filsafat itu berbeda dari ilmu-ilmu lainnya Serra menempatkan bahwa berfikir filsafat itu keilmuan yang netral. C.    Beberapa Gaya Berfilsafat Pada prinsip "variis modis bene fit" bahwa filsafat bisa dimengerti dan di pel...

Amankah Menggunakan Kaca Mata Hitang Saat Cuaca Cerah?

Cuaca Cerah? Pakai Kacamata Hitam!. Jawabannya adalah ya, proteksi terhadap sinar ultraviol Dalam pemilihan kacamata hitam, cermati detail dari produk proteksi UV pada label produk. Pilihlah kacamata hitam yang dapat menghalangi 99-100% sinar radiasi UVA dan UVB. Ingatlah selalu bahwa warna dan semakin gelap warna suatu lensa kacamata hitam, tidaklah berpengaruh terhadap kemampuannya untuk menghalangi sinar UV. Pilihlah kacamata hitam yang memiliki lensa lebar untuk melindungi mata Anda dari segala sudut. Beberapa jenis lensa kontak juga menawarkan pilihan proteksi terhadap sinar UV, tetapi tetap saja harus dikombinasikan dengan kacamata hitam untuk proteksi maksimal. Tentu saja, proteksi terhadap sinar UV bukan hanya menjadi pertimbangan dalam pemilihan kacamata hitam. Untuk menambahkan proteksi terhadap sinar UV, Anda dapat menambahkan hal berikut:     Blue-blocking lenses. Dapat membantu objek yang jauh dapat terlihat lebih jelas, terutama di saat cuaca sedang berkab...